Sabtu, 02 Maret 2013

Komunikasi yang Menyangkut Dengan Piskologi Seorang Remaja




                Komunikasi juga berkaitan dengan piskologi seseorang, beberapa hari yang lalu saya sedang bekerja kelompok tetapi saya tidak sendirian, sedikit curhat saja ketika saya melihat seorang mahasiswa yang sedang kerja kelompok saya juga kurang menggenal orang tersebut akan tetapi saya mengerti bahwa dia mengalami yang namanya di sendirikan atau merasa dikucilkan jadi singkat cerita ketika dia sedang kerja kelompok orang itu hanya diam dan teman-temannya bercanda. Saya kurang tau tentang bagaimana situasi yang terjadi. Sepintas saya melihat remaja itu hanya diam karena tidak di ajak temannya bercanda atau dia sedang serius dan tidak ingin diganggu, tapi akan sangat jelek pisikologis anak tersebut jika tidak melakukan komunikasi pada kelompok tersebut , yang terjadi bukannya tidak ramainya suasana tapi akan mengakibatkan anak tersebut terganggu metalnya dan menjadi anak yang pendiam karena faktor lingkungan. Jadi bisa di bayangkan jika anda sedang kerja kelompok mengerjakan tugas dan anda hanya diam terpaku tidak di ajak berbicara atau tidak diajak melakukan komunikasi secara verbal dan non verbal. Nah maka yang terjadi anda kan merasa terkucilkan dan merasa rendah bukan? . maka jika anda seperti itu atau mungkin berada dalam situasi yang tidak melakukan komunikasi anda harus yang bertindak sebagai komunikatornya jagan anda hanya berdiam saja, kenapa ? karena manusia itu butuh komunikasi atau bukan makhluk individualisme, butuh komunikasi untuk perkembangan piskologis juga. Nah dalam kasus ini di simpulkan kalau komunikasi antar kelompok itu sanggat penting karena diajarkan untuk memecahkan suatu masalah secara bersama-sama agar semua anggota dalam kelompok tersebut menggerti dan paham tentang masalah yang akan di pecahkan. Serta membantu perkembangan piskologis anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar